Ngobrol Santai dengan Fasilitator Apple Academi, Disabilitas Boleh Masuk

Ngobrol Santai dengan Fasilitator Apple Academi, Disabilitas Boleh Masuk

Sore ini hangatnya cappucino di pantry MENYAPA kedatangan kami, komunitas Mata Hati DI Lantai 7 UC Tower Universitas Ciputra Surabaya. Lima punggawa Mata Hati: Danny, Prana, Eka, Titis, dan relawan baru kami Salwa disambut hangatnya sapaan kawan-kawan baru dari Apple Academy yang mengajak diskusi nyantai Rabuh sore ini, 3 Agustus 2022. John Alan, Fasilitator Teknologi akademi tersebut berlaku sebagai mentor dari kelima student Apple academy yang hadir memperkenalkan diri dan menjelaskan latar belakang pertemuan kala itu.
“Kami ingin tahu permasalahan kawan-kawan di Mata Hati sehingga para mahasiswa dapat belajar mengenal disabilitas berikut permasalahannya; dan bisa menyediakan solusi khususnya membuat aplikasi untuk menunjang pemberdayaan kawan-kawan disabilitas dalam berwirausaha” papar John.
Fiona, Dwi, Finsen, Vidia, dan Dita yang datang agak belakangan berturut-turut memperkenalkan diri, memperdengarkan suara mereka kepada anggota komunitas mata hati yang hadir sore itu. Danny menjelaskan bahwa komunitas Mata Hati merupakan laboratorium berproses bagi disabilitas dan relawan sebagai upaya mewujudkan miniatur masyarakat inklusi di Indnonesia. Dalam pada itu, pihak Apple Academy bertanya soal usaha apa yang dikerjakan masing-masing individu di Mata Hati.
“Danny ini jualan minuman herbal. Ada rekan kami, Joko Winarko juru pijat dan terapis energi. Yang lainnya juga ada yang pemusik, hingga menguasai tehnik digital recording” papar Eka anggota humas Mata Hati sore itu.
mereka, para siswa Accademi tersebut juga menanyakan kendala-kendala yang menyebabkan usaha atau bisnis yang pernah digeluti oleh komunitas Mata Hati.
“Kami pernah coba membuat jaket dan kaos bertuliskan slogan atau jargon tertentu, tapi tidak berjalan karena tidak ada eksekutor” papar Titis.
Di samping itu, Danny menyebutkan bahwa konsistensi dari pelaku wirausaha menjadi hal yang sangat diperhatikan ketika terjun ke dunia intreprainership, bukan persoalan modal uang semata. Kemudian, pentingnya berjejaring dan merawat mitra jaringan juga jadi faktor pendukung yang tak bisa diabaikan oleh pebisnis.
Diskusi sore itu berlanjut ke pengenalan seluk-beluk Apple Academy. John menjelaskan bahwa Apple academy merupakan bentuk kompensasi perusahaan raksasa di bidang IT tersebut, kala menjadikan penduduk Indonesia sebagai salah satu negara sasaran pemasaran produk mereka.
“Di Indonesia, Apple membuka tiga cabang Apple Academi di tiga tempat, yaitu: Jakarta, Surabaya, dan Batam. Masing-masing menghasilkan seratus lulusan pertahun. Di Surabaya, tahun 2022 ini merupakan tahun keempat bagi kami bertempat di UC Tower ini” Jelas John.
Setelah ngobrol ini itu soal disabilitas dan pendidikan, diskusi diakhiri dengan janji John dan kelima siswa bimbingannya untuk sambang ke sekretariat komunitas Mata Hati.
“dengan senang hati kami tunggu kedatangan kawan-kawan semua” ujar Prana, Ketua Defisi Humas Mata Hati memungkasi obrolan hangat sore itu.
Lepas itu, anggota KMH yang hadir dipandu untuk berorientasi di ruang kerja sekaligus tempat belajar para siswa yang penuh sentuhan kecanggihan tersebut. Dari laci-laci digital, meja dan kursi yang dilengkapi tombol-tombol pengaturan yang mampu mengatur tinggi sesuai kehendak, hingga monitor-monitor besar untuk presentasi tak luput dari rabaan sebagian anggota KMH yang disabilitas netra. Pun demikian, pihak Apple Academi juga menyatakan bahwa mereka sangat terbuka terhadap insan disabilitas yang punya minat bergabung dalam lembaga pendidikan berbasis teknologi tersebut asal memenuhi kriteria dan mampu melewati tes yang sudah ditentukan.

Leave a Reply