Profile finalis Bingkai Braille 2015 Tunanetra dan Personal Branding

 

Fitri Astuti Bahagyaning Tyas, dari kota Pasuruan
Fitri Astuti Bahagyaning Tyas

Ibu Guru Muda di SLB Pasuruan ini pernah bergaji 150 ribu per bulan tak menjadi masalah baginya.
Pernah juga menjadi 5 besar Qoriah DI Jawa Timur di MTQ beberapa tahun lalu.
Meski dia bukan Bidadari Niatnya mungkin justru lebih tulus dari peri. Ingin agar semua generasi muda tuna netra berakhlak mulya. Lulusan PLB Unesa yang satu ini mempersembahkan “Kartu  Braille Menuju Surga”, media pembelajaran bagi insan disabilitas tuna netra agar dapat lebih cepat menguasai huruf Arab Braille.


Rahma Daya, Gresik
Rahma Daya

Di tengah aktivitasnya mencari nafkah sebagai terapis relaksasi, Gadis belia yang bernama lengkap Rahmatul Hidayah ini  mencoba meloncat drajat dengan keseharian menulis cerpen. Meski Mataku tak dapat melihat, namun bukan hanya engkau yang bisa melihat Hanya saja Plisss Lihatlah Sastrawiku. Meski belum menjadi novelis handal ia tak mau terganjal. Gadis penuh semangat ini mempersembahkan Lihatlah Sastrawiku.


Prana Carenza Aditya bagaskara, Surabaya
Prana Carenza Aditya bagaskara

Mengaku ingin bersaing dengan Tohpati. Pemuda relawan KPU asli Kampung Malang Surabaya ini mengenal gitar sejak usia kelas V SD.
Serta, mencari nafkah dengan gitarnya.
Dia memang Satria Bergitar, meski bukan Bang Haji Rhoma Irama.
Peraih nominasi penampilan terbaik di beberapa ajang lomba ini mempersembahkan Tohpati Dari Kampung Malang.


Rizky Maulana, Surabaya
Rizky Maulana
Pelajar Siswa SMA X Surabaya ini bercita-cita menjadikan IT Musik sebagai sumber nafkahnya. Ia beranggapan perlu menggelorakan kembali  Lagu daerah & lagu nasional dengan cita rasa aransemen anak muda. Piawai mengoprasikan perangkat lunak di laptopnya jadi senjata dalam meramu komposisi-komposisi musik berjenre alternatif. Piala dan penghargaan menumpuk di atas lemarinya “Saya belum jadi apa-apa, kok”, begitu katanya. Anak muda yang terkesan pemalu ini mempersembahkan Arranger   Musik IT yang Nasionalis.


Eka Christian, Surabaya
Eka Christian

“Meski Tyong-Hoa, saya juga seperti yang lain, Cinta Indonesia” Saat ini Eka Mahasiswa Musik Unesa Surabaya Selain Biola Dia menguasai beberapa alat musik tradisonal Cina. Itulah yang membuat dia beberapa kali terlibat dalam pertunjukkan orchestra. Mata boleh sipit, namun nasionalisme tidak boleh sempit. Itu tekad Eka. Sang guru Privat yang Penyabar  ini mempersembahkan Biolaku Untuk Indonesia.

7 Responses to “Profile finalis Bingkai Braille 2015 Tunanetra dan Personal Branding”

  1. ปั้มไลค์ Says:

    Like!! Thank you for publishing this awesome article.

  2. ทิชชู่เปียกแอลกอฮอล์ Says:

    These are actually great ideas in concerning blogging.

  3. แผ่นกรองหน้ากากอนามัย Says:

    Thanks so much for the blog post.

  4. เบอร์สวย Says:

    Thanks for fantastic info I was looking for this info for my mission.

  5. SMS Says:

    These are actually great ideas in concerning blogging.

  6. 더킹카지노 Says:

    Every weekend i used to pay a visit this site, for the reason that i wish for enjoyment, as this this website conations genuinely good funny information too.

  7. 바카라사이트 Says:

    Hello! Someone in my Facebook group shared this site
    with us so I came to look it over. I’m definitely enjoying the information. I’m book-marking and will be tweeting
    this to my followers! Wonderful blog and outstanding design.

Leave a Reply