PELATIHAN KESIAPAN KERJA DASAR OLEH LSM SAUJANA

Senang sekali Komunitas Mata Hati mendapat undangan menjadi observer pada kegiatan pelatihan Kesiapan Kerja bagi 25 pemuda dengan disabilitas untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan dalam memasuki dunia kerja. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Luminor Sidoarjo, 24 – 28 Februari 2020 diselenggarakan oleh LSM Saujana , Proyek Progresif ( Pro Generasi Kerja Inklusif ) yang didukung USAID.
LSM Saujana bergerak di area “kerja” dan “disabilitas” yang mungkin lebih dikenal dengan platform yang dimilikinya, kerjabilitas.com menyebarluaskan informasi peluang kerja bagi disabilitas. Ataupun “Ayo Inklusif” platform project USAID tahun 2018 dengan sebuah konsorsium dari LSM Saujana, JPIP, CBM, PSLD UB, dan United Tractors. Bincang bincang Ayo Inklusif. Mengajak perusahaan untuk peduli dan mempekerjakan disabilitas. Dan di tahun 2018, 50 Kader Progresif berhasil mengikuti pelatihan kesiapan kerja dari Malang dan Surabaya.
Tahun 2020 sebanyak 25 peserta dari Sidoarjo (Kegiatan 24-28 Februari 2020 ) dan sekitarnya dan 25 peserta dari Banyuwangi (kegiatan sekitar 16 Maret 2020) dan sekitarnya. Mereka telah terpilih melalui proses seleksi administrative dan interview yang telah dilakukan Saujana. Pada tahun 2020 ini LSM Saujana akan berfokus pada Jawa Timur , memajukan ketenagakerjaan disable. Tetap bersama USAID dan bekerjasama dengan BLK (Balai Latihan Kerja) Sidoarjo dan Banyuwangi.
Adapun tujuan pelatihan ini adalah :
1. Mampu mengenali diri dan menerima diri
2. Memiliki kemampuan merencanakan karir
3. Mengetahui gambaran dunia kerja
4. Mengetahui cara memasuki dunia kerja
Sesi pelatihan dibagi menjadi 4 bagian. Pertama adalah sesi pengantar. Sesi ini peserta diajak untuk mengenal dirinya sendiri, menemukan dan menerima diri. Kedua adalah sesi teori. Pada sesi ini akan diberikan pengetahuan mengenai bekerja dalam kelompok, kepemimpinan dalam tindakan, komunikasi efektif, dan aksi pemuda.
Yang paling menarik, aksi pemuda akan diisi oleh mas Arif “one legz” yang telah lama berkecimpung di dunia breakdancer. Meskipun pada tahun 2007, arif mengalami kecelakaan dan amputasi , ini tidak pernah menyurutkan hobi breakdancernya. Dia lah sang arif “one legz”.
Sesi ketiga , keempat dan kelima. Sudah memasuki sesi praktik. Mengenai dunia kerja. Antara lain, dasar – dasar karir, kenali diri dalam karir, merencanakan karir, pengenalan dunia kerja, memasuki dunia kerja, teknologi penunjang karir, etos kerja dan karya, praktik membuat CV. Dan di sesi ini lebih banyak sesi berkelompok.
Terakhir adalah kembali pada tujuan pelatihan bahwa semua tercapai. 25 orang disabilitas yang terpilih sebagai kader progresif siap untuk memasuki dunia kerja.

Penulis : Dian Eka Riani

Leave a Reply