Pelatihan Digital Music Recording by Aura Lentera

Suatu siang di medio Januari 2020 pesan WA di grup teknologi menyentil Danny, salah satu anggota Komunitas Mata Hati.

“Apakah ada yang bersedia memberikan pelatihan recording bagi tuna netra di daerah Jawa Timur?” begitu inti pertanyaannya.

Ini mengingatkan kepada sebuah ruang di markas kami, BLCD (broadbend learning for disability). Sebuah ruang yang jadi sumber kreasi teman-teman di Komunitas Mata Hati yang dilengkapi komputer, internet, beberapa unit alat musik, dan sound system. Ipung, begitu kami akrab memanggilnya. Seorang kawan yang piawai IT di komunitas kami mendalami sebuah program music recording yang aksesibel untuk teman-teman tuna netra. Danny, yang kebetulan telah mengenal Windoyo dari Komunitas Aura Lentera yang ingin mengadakan pelatihan tersebut segera menjalin kontak sana sini. Ipung/Aswar yang mempunyai jiwa kerelawanan menyediakan diri sebagai fasilitator pelatihan. Tak sendiri, dibantu oleh tiga orang lainnya yang bertindak sebagai kofasilitator, yaitu: Alfian, Danny, dan Prana; tim fasilitasi pelatihan segera dibentuk. Dengan segala upaya, dari pengadaan software, beberapa unit laptop, hingga penyusunan materi digarap bersama.

Selepas persiapan dinilai cukup, tanggal 8 Maret 2020 malam empat tuna netra yang tergabung dalam satu tim ini cus menuju kota di ujung paling Timur pulau Jawa itu. Setibanya kami pada 9 Maret 2020, keluarga Aura Lentera menyambut kami dengan kehangatan persaudaraan. Setelah beristirahat beberapa saat, sore harinya kami langsung dijemput Saudara Nofian menuju Universitas Tujuh Belas Agustus Banyuwangi, tempat pelatihan guna mempersiapkan perangkat yang akan dipakai esok hari. Kendala tak terduga terjadi. Semua komputer di lab tak dapat berjalan normal untuk program recording yang akan kami gunakan.

Tima langsung ambil langkah kilat. Ada enam peserta tuna netra besok. Sementara kami masing-masing membawa satu laptop yang siap pakai. Mas Win dan Mbak Indah dari Aura Lentera sigap mengerahkan segala daya upaya hingga mengorbankan komputer pribadi masing-masing untuk diusung ke vanue.

Kisaran pukul dua pagi 10 Maret 2020 dua laptop tambahan berhasil dioprek. Komputer Mas Win? Ada kecelakaan diprogram OSnya sehingga tak dapat digunakan pula. Beruntung, saat tiba di TKP sekitar pukul 07:30 kami kedatangan satu unit PC komputer yang dapat diinstal dan berjalan normal. Akhirnya, lima unit laptop dan satu PC untuk enam peserta tuna netra pada pelatihan recording ini ready.

Pada pukul 08:00 pelatihan recording untuk tuna netra dibuka. Bangganya, Bapak Bupati Banyuwangi menyempatkan hadir membuka acara tersebut. Prana ditunjuk mewakili tim untuk mengikuti ceremonial, sedang Aswar Sang Ketua, Danny, dan Alfian menyiapkan persenjataan. Satu jam berlalu pesertapun dipersilahkan masuk. Pelatihan kali ini diikuti oleh enam peserta tuna netra, yaitu:

1. Pairin,

2. Siswanto,

3. Renita Septiani,

4. Ninis Leditia,

5. Siti Maysaroh,

6. Legito.

Selama dua hari Aswar sang fasilitator menuntun peserta untuk dapat mengoperasikan program recording tersebut. Dari pengaturan awal, merekam, hingga mengedit hasil rekaman.

“Sebenarnya saya pesimis bisa mencapai target tersebut dalam waktu sesingkat ini.” papar Aswar diakhir pelatihan.

Antusiasme peserta yang terlihat saat sesi perekaman dan editing. Meski pada hari pertama pelatihan berlangsung hingga pukul 20 WIB keenam peserta tetap mengikuti instruksi dari fasilitator dan banyak mengajukan pertanyaan.

Pada sesi terakhir, yakni 11 Maret 2020, keenam peserta diminta membuat semacam spot iklan singkat. Dalam hal ini Legito mendapat nilai plus dari tim fasilitator pelatihan. Ia mempunyai ide-ide yang lebih variatif meski materi yang disampaikan cukup terbatas, ia menanyakan hal-hal di luar materi namun dapat menunjang hasil pekerjaannya jadi lebih baik.

Demikianlah, pelatihan pada 11 Maret 2020 pukul 12:00 WIB diiringi harapan dan kesan peserta yang sebagian besar positif. Kurangnya waktu pelatihan jadi hal yang paling banyak diungkap mereka. Apalah daya, beginilah adanya. Aswar sang Ketua tim berinisiatif untuk membuat grup Watsapp untuk memberi ruang peserta berinteraksi di waktu-waktu selanjutnya, tak harus dalam suasana formal. Tim setuju dengan follow up semacam ini akan lebih banyak memudahkan dalam mengikuti perkembangan dan mempererat hubungan fasilitator dengan peserta pelatihan.

262 Responses to “Pelatihan Digital Music Recording by Aura Lentera”

  1. Kiaamoxy Says:

    buy hydroxychloroquine sulfate

  2. text Says:

    Wow, wonderful weblog format! How lengthy have you been blogging for? you made blogging glance easy. The whole glance of your website is great, let alone the content material!

  3. nytimes Says:

    here are some links to web-sites that we link to for the reason that we assume they may be really worth visiting

  4. Payday Express Says:

    loans lenders only

  5. Fgvdstync Says:

    best drugstore lipstick ed meds online pharmacy reviews

  6. Evelin Whitcomb Says:

    Its like you read my mind! You seem to know a lot about this, like you wrote the book in it or something. I think that you can do with a few pics to drive the message home a little bit, but other than that, this is magnificent blog. An excellent read. I will certainly be back.|

  7. Khthtank Says:

    pharmacy today impotence best drugstore foundation for dry skin

  8. Lisaamoxy Says:

    can i buy viagra without a prescription

  9. Kiaamoxy Says:

    sildenafil gel india

  10. Nllpstync Says:

    board of pharmacy best drugstore eyeliner best drugstore setting spray

  11. FwsxWoulp Says:

    california pharmacy online pharmacy canada 24 hr pharmacy

  12. txt Says:

    Stunning quest there. What occurred after? Take care!|

Leave a Reply