Nyangkruk Inklusif di Omah Kopi

Nyangkruk Inklusif di Omah Kopi

Mendengar kata “kopi”, itu sesuatu bagi kami: Aswar, Alfian, Prana, dan Danny. Setelah sekian menit melewati tanjakan berbatu, Nofian berhasil mendaratkan kami di Omah Kopi. Ini sebuah tempat bak surga bagi penggemar kopi di kaki Ijen Banyuwangi. Bersama rekan dari Aura Lentera lainnya: Windoyo, Indah, dan si kecil Gilang kami tiba di bawah rerimbunan pohon durian di antara perkebunan kopi. Imam sang pemilik Omah Kopi rupanya juga mengembangkan komoditas beraroma khas ini.

Sesampainya di venue, aneka menu dengan jenis-jenis kopi tertentu langsung ditawarkan. Indah, rekan kami membacakannya untuk kami. Ada empat jenis kopi yang menarik perhatian: kopi luwak, wine, exelsa, dan kopi lanang. Dengan sabar rekan Nofian menjelaskan satu per satu jenis kopi yang terdapat di meja kami. Aktifis yang berprofesi sebagai barista ini menjelaskan apa yang diketahuinya soal perkopian kepada rekan tuna netra dengan bersemangat.

Teman teman tunanetra sedang mencoba kopi

“Ini namanya teh Gaskara. Minuman ini berasal dari kulit kopi yang diproses sedemikian rupa sehingga dapat diseduh seperti teh” papar Nofian menjelaskan secangkir seduhan berasa manis asam di hadapan kami.

Setelah mencicipi beberapa jenis kopi, kami beranjak ke alat-alat pengolhan kopi. Yang namanya tuna netra, tangannya ya ke mana-mana. Untung owner tak berkeberatan. Dari alat penggiling biji kopi tradisional, pengupas kopi, hingga tong-tong tempat pencucian bijih kopi tak luput dari perabaan kami, tentu saja ditemani rekan Indah yang jadi gaet dadakan hari itu dan Imam sang pemilik yang dengan telaten menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kami. Mulai dari alat penggiling bijih kopi tradisional yang cukup untuk satu seduhan kopi hingga mesin pemisah bijih kopi yang berkapasitas 100 Kilo kopi per jamnya. Bahkan kami diijinkan satu per satu mencoba menggiling bijih kopi dengan penggiling bijih kopi tradisional tersebut.

Kembali ke kafe tempat cangkir-cangkir kopi menunggu. Setelah puas menjelajah lingkungan sekitar yang di penuhi tanaman kopi, rekan kami memesan beberapa durian  sebagai hidangan utama siang itu. Rupanya, selain budi daya kopi yang memang jadi produk unggulan, Imam juga menjadikan durian sebagai komoditas andalan lainnya yang tak kalah diminati. Selain buah durian yang telah dibandrol dengan harga tertentu sesuai jenisnya, ia juga menyajikan bibit durian pada pengunjung. Dengan harga 200 hingga 400 ribu per pohonnya, kita dapat membawa pulang dan menanamnya di halaman rumah sendiri, jika tidak ngekos tentunya. Hehehe.

“Kalau pohon durian ini tidak boleh diberi pupuk. Cukup rajin disiram saja” tandas Imam.

Lima buah durian berdaging tebal dan manis luar biasa ludes kami lahap bersama. Empat orang tim Mata Hati dan Aura Lentera empat orang termasuk si kecil Gilang nampak puas dengan perolehan kami saat itu. Apalagi di antara lima buah itu terdapat durian Pelangi yang tak disangka-sangka kami dapatkan. Durian dengan daging berwarna-warni bertekstur cukup tebal dengan rasa yang khas membuat kami bak mendapat emas berlian. Betapa tidak. Durian jenis ini sangat sulit didapatkan. Mungkin dari sekian ribu buah hanya terdapat satu saja yang demikian.

Beginilah kami. Kehilangan sebagian indera bukan suatu hal yang menghambat dalam kebahagiaan. Candaan sedikit rusuh mengiringi gelegak tawa 8 orang yang berinklusi ini. Lima orang disabilitas netra dan tiga orang non disabilitas bersatu melalui secangkir kopi dan sejuknya angin pegunungan diiringi dirus hujan yang sempat turun kala itu. Waktu sudah menunjukkan sekira pukul 3 sore saatnya kami kembali ke penginapan. Ketika akan melakukan pembayaran kami diberi informasi jika minum kopi di tempat ini tidak ditetapkan tarifnya, hanya pengunjung diminta memasukkan uang seikhlasnya ke kotak yang telah disediakan. Adapun uang yang terkumpul di kotak tersebut disumbangkan oleh Imam kepada panti asuhan. Waw! Rupanya tak hanya ketemu hangatnya kopi dan mantap rasa durian, namun sentuhan religi mewarnai Omah Kopi yang akan kami catat sebagai salah satu kenangan kebersamaan komunitas Mata Hati dan Aura Lentera di sela program pelatihan yang memberi kesan persaudaraan di antara beberapa gelintir anak negeri yang sevisi. Akhirnya, perjalanan pulang diiringi selaput awan, seakan terdengar lantunan lagu tentang sebuah negeri yang tentram dan penuh kedamaian. “Dan engkau telah membawa aku ke sana…”.

Salam hangat untuk Saudara-Saudari Aura Lentera…

12 Responses to “Nyangkruk Inklusif di Omah Kopi”

  1. ปั้มไลค์ Says:

    Like!! I blog frequently and I really thank you for your content. The article has truly peaked my interest.

  2. ทิชชู่เปียกแอลกอฮอล์ Says:

    These are actually great ideas in concerning blogging.

  3. กรองหน้ากากอนามัย Says:

    I like the valuable information you provide in your articles.

  4. เบอร์สวยมงคล Says:

    I like this website very much, Its a very nice office to read and incur information.

  5. SMS Says:

    I used to be able to find good info from your blog posts.

  6. ปั้มไลค์ Says:

    Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  7. ทิชชู่เปียกแอลกอฮอล์ Says:

    I like the valuable information you provide in your articles.

  8. แผ่นกรองหน้ากากอนามัย Says:

    Thank you ever so for you article post.

  9. เบอร์มงคล Says:

    Thanks for fantastic info I was looking for this info for my mission.

  10. SMS Says:

    These are actually great ideas in concerning blogging.

  11. relegate herbicide Says:

    So now you know the 3 types you must know when best to
    go about killing weeds. When you can find garden weeds
    plaguing your house, then how do you look after them.
    It is definitely much easier to simply have
    the spray bottle pre-mixed to go spray the weeds.

  12. http://about-bonsai.blogspot.com/2018/02/can-i-bonsai-avocado-plant.html Says:

    I like avocados and want to plant them but don’t I need a large amount of land for the trees
    to bear fruit well?

Leave a Reply