Malam itu, setelah nampii di sebuah acara sosial, seperti biasa applaus untuk Wiwin bergemuruh. Sudah ratusan kali semacam itu. Sudah –mungkin- ribuan tepukan tangan mengiringi. Pertanyaan berkali kali muncul, bagaimana dia belajar menyanyi, bagaimana dia menghafal lagu, bagaimana dia menghayati lagu, bagaimana…….bagaimana…bagaimana? Angle yang sering terlewat pada sosok Wiwin yang tunanetra……Publik malah kerap membedah kehidupan penyandang difabilitas dari sisi kesedihan, kemalangan. Media visual belakangan justru membedah dengan gaya “kasihaniati” sebagai jualan program siar. Memang ada cerita struggle nya, tetapi sebatas […]

Kegiatan ‘Ngorek’ (Ngobrol bareng ARek-arek ini)  berlangsung cukup baik dan banyak dukungan dari para undangan yang begitu antusias mengikuti presentasi-presentasi yang dibawakan oleh nara sumber: Ibu Saptandari, pak Edy, dan mbak Fitri tentang tema: Kebangkitan Pendidikan , yang dilangsungkan dalam rangka hari Kebankitan Nasional Tgl 20 Mei lalu. Khusus untuk pak Edy dan mbak Fitri ini , adalah tenaga pendidik atau guru, namun punya keterbatasan yaitu, tuna netra, namun performancetkedua teman ini begitu luar biasa, karena dengan semangat, passion dan […]

Resah saat menyaksikan  reality show di televisi mempertontonkan sisi-sisi melas dari nara sumber apalagi jika nara sumber mengalami disabilitas, menjadi awal mula ide ini. Kuatir tayanganan  menimbulkan stigma bahwa penyandang cacat itu lemah, perlu dikasihani dan sebagainya. Publik perlu tahu, pada kenyataannya, justru sering ditemui penyandang disabilitas hidup dengan ceria dan bekerja keras secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada yang jadi guru, dosen, buruh pabrik, juru pijat, musisi, pengusaha dan masih banyak lagi.  Namun keceriaan ini justru terkesan jarang […]