bermusic dan berpesan di Konjen Amerika Serikat

Senin/14 agustus 2017, Konsulat Jendral Amerika Serikat mengadakan diskusi panel dengan tema “mardiko”.
Dalam kesempatan ini, komunitas matahati diundang untuk berkontribusi dengan berpesan lewat music.
Dalam hal ini Alfian anggota komunitas matahati mengatakan disabilitas harus merdeka dengan activity daily living, artinya disabilitas harus mampu mandiri dalam kehidupan sehari-hari. ipung menambahkan, selain ADL yang disampaikan Alfian, disabilitas juga harus merdeka dari pengampuhan. Artinya disabilitas tidak boleh terus-menerus diampuhkan atau dijaminkan oleh keluarganya. Disabilitas harus mulai diberi kesempatan untuk mandiri agar tidak merepotkan orang lain. Tidak kalah pentingnya, Prana juga memaparkan pentingnya disabilitas disabilitas merdeka dari stigma negative masyarakat. Untuk itu, disabilitas sudah harus mulai lebih banyak berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakat agar masyarakat paham bahwa disabilitas bukanlah orang yang hanya bisa merepotkan namun disabilitas juga mampu berkarya dengan kesempatan yang ada.
Diakhir sesi Tanya-jawab Danny, ketua komunitas matahati menyampaikan pola piker yang positif sangat penting agar bangsa Indonesia dapat lebih maju. Pola piker yang positif membuat kita akan selalu menciptakan peluang-peluang baru bukan hanya berteriak untuk menuntut sesuatu.
Hadir pula senior Antropologi dari Universitas Airlangga dan founder dari Good News From Indonesia untuk memaparkan tantangan dan permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia diusianya yang ke-72.
Keluarga besar komunitas matahati mengucapkan dirgahayu Indonesia yang ke-72, semoga Tuhan selalu melimpahkan rahmatnya agar bangsa ini dapat berkembang lebih baik.

Leave a Reply