Malam itu, setelah nampii di sebuah acara sosial, seperti biasa applaus untuk Wiwin bergemuruh. Sudah ratusan kali semacam itu. Sudah –mungkin- ribuan tepukan tangan mengiringi. Pertanyaan berkali kali muncul, bagaimana dia belajar menyanyi, bagaimana dia menghafal lagu, bagaimana dia menghayati lagu, bagaimana…….bagaimana…bagaimana? Angle yang sering terlewat pada sosok Wiwin yang tunanetra……Publik malah kerap membedah kehidupan penyandang difabilitas dari sisi kesedihan, kemalangan. Media visual belakangan justru membedah dengan gaya “kasihaniati” sebagai jualan program siar. Memang ada cerita struggle nya, tetapi sebatas […]